Petrichor BATAVIA

Sayapku belum cukup kuat untuk menopangku terbang menuju pintumu, suatu hari mungkin atau tidak sama sekali

Perbedaan itu diciptakan untuk disatukan bukan dipisahkan ~

Mungkin mencintainya, hanya saja aku masih bersembunyi di balik kata “mengagumi”

Hujandisenja

Feist Amourissima
[Flash 9 is required to listen to audio.]
2893 Plays

Aku mencintaimu tanpa titik tanpa koma dan tanpa tanda tanya mengapa.

Hari ini saya percaya bahwa lelaki yang terlihat sangar, dingin dan kaku ternyata memiliki hati yang lebih lembut dan penuh kasih daripada lelaki yang terlalu perhatian tapi hanya di bibir.

Senja pindah ke tubuhmu yang mulai merenta. Jangan dulu tertutup mata, dharmamu belum sampai pada titik tamat.

Jadi begini, aku mencintaimu dalam ketidak tahuanmu. Ya, aku menikmati berbincang denganmu atau memelukmu walau hanya sebatas emoticon media chatting. Dan ketika bertemu aku pun pintar menyembunyikan luapan emosi yang kerap menginginkanmu utuh. Tak apa, walau sebatas teman aku tetap bahagia, sebahagia aku melihat senyummu di pagi hari.

HujanDiSenja

Selamat pagi, selamat bersenang-senang di rooftop..
Jadi, resmi sudah saya pindah dari Bekasi menuju Jakarta. Bukan jarak yang jauh antara Jakarta-Bekasi, biasanya jika naik mobil hanya 25 menit (tanpa embel embek macet). 
Pertimbangannya adalah karena jarak dari kantor suami ke rumah di Bekasi cukup memakan waktu ketika macet, suami saya terbiasa bangun subuh setelah mandi dan shalat subuh (tanpa sempat sarapan) dia sudah langsung menuju kantor dan terjebak kemacetan hingga 1,5 jam. Karena dirasa kurang efektif akhirnya pindahlah kami ke kostan yang nyaman.
Ide nge kost ini datang dari suami saya, sebelumnya saya menolak tapi kemudia suami saya berkata “yuk, keluar dari comfort zone dan memulai hidup berdua.” 
Ya, saya tipikal orang yang (tanpa saya sadari) takut keluar dari zona nyaman. Fasilitas rumah dan kendaraan tersedia di Bekasi, saya berpikir ‘kan semua udah ada terus ngapain juga nge kost segala’. Tapi kemudian saya sadar bahwa hidup itu adalah tentang ‘mencari’. Baik itu mencari kebahagiaan, mencari makna hidup, mencari rumag, mencari pekerjaan bahkan mencari jodoh #eh
Akhirnya setujulah saya untuk keluar dari zona nyaman dan ikut dengan suami. Wah ternyata menyenangkan, saya semakin tahu bahwa hidup itu menyenangkan.
Tempat tinggal kami yang sekarang hanya sebuah kamar kost (lumayan besar) dengan segala fasilitas. Tapi ada satu yang membuat saya jatuh cinta dengan tempat ini;
ROOFTOP
Dimana saya bisa menghabiskan pagi dan sore dengan memperhatikan langit. Gambar diatas diambil saat saya tadi pagi ngopi ngopi cantik di rooftop sambil mendengarkan Maximilian Hecker dan menulis. Lengkap sudah semuanya, saya menyukai rooftop nya :)
Terima kasih Andiyas, memilihkan tempat ini sebagai awal langkah menuju sesuatu yang lebih besar yang saat ini kita tunggu.
NAAJ

Selamat pagi, selamat bersenang-senang di rooftop..

Jadi, resmi sudah saya pindah dari Bekasi menuju Jakarta. Bukan jarak yang jauh antara Jakarta-Bekasi, biasanya jika naik mobil hanya 25 menit (tanpa embel embek macet).

Pertimbangannya adalah karena jarak dari kantor suami ke rumah di Bekasi cukup memakan waktu ketika macet, suami saya terbiasa bangun subuh setelah mandi dan shalat subuh (tanpa sempat sarapan) dia sudah langsung menuju kantor dan terjebak kemacetan hingga 1,5 jam. Karena dirasa kurang efektif akhirnya pindahlah kami ke kostan yang nyaman.

Ide nge kost ini datang dari suami saya, sebelumnya saya menolak tapi kemudia suami saya berkata “yuk, keluar dari comfort zone dan memulai hidup berdua.”

Ya, saya tipikal orang yang (tanpa saya sadari) takut keluar dari zona nyaman. Fasilitas rumah dan kendaraan tersedia di Bekasi, saya berpikir ‘kan semua udah ada terus ngapain juga nge kost segala’. Tapi kemudian saya sadar bahwa hidup itu adalah tentang ‘mencari’. Baik itu mencari kebahagiaan, mencari makna hidup, mencari rumag, mencari pekerjaan bahkan mencari jodoh #eh

Akhirnya setujulah saya untuk keluar dari zona nyaman dan ikut dengan suami. Wah ternyata menyenangkan, saya semakin tahu bahwa hidup itu menyenangkan.

Tempat tinggal kami yang sekarang hanya sebuah kamar kost (lumayan besar) dengan segala fasilitas. Tapi ada satu yang membuat saya jatuh cinta dengan tempat ini;

ROOFTOP

Dimana saya bisa menghabiskan pagi dan sore dengan memperhatikan langit. Gambar diatas diambil saat saya tadi pagi ngopi ngopi cantik di rooftop sambil mendengarkan Maximilian Hecker dan menulis. Lengkap sudah semuanya, saya menyukai rooftop nya :)

Terima kasih Andiyas, memilihkan tempat ini sebagai awal langkah menuju sesuatu yang lebih besar yang saat ini kita tunggu.

NAAJ

+ shall we go?
- where?
+ some better place to sing, to laugh, to cry, to smile and to be loved..

+ shall we go?
- where?
+ some better place to sing, to laugh, to cry, to smile and to be loved..

Little luck. Thank you. Did you know i always bring this little luck everywhere i go? :)

Little luck. Thank you. Did you know i always bring this little luck everywhere i go? :)

I wish to say that i have a passion in these things.

I wish to say that i have a passion in these things.

Selalu suka wangi bakaran dari asap sate.
HujanDiSenja
I wish to take you to this place.

I wish to take you to this place.

Hidup itu tentang memilih dan memperjuangkan Neng, saya memilih menjadi tukang sate dan memperjuangkan profesi saya ini neng, alhamdulillah hasil perjuangan saya anak pertama saya sudah sarjana neng. Sama kaya jodoh neng, saya juga memilih didasarkan hati dan memperjuangkannya”

Sebuah percakapan senja dengan Pak tono, penjual sate pinggir jalan.

Ah, bapak betul. Hidup ini tentang memilih dan memperjuangkan.

Kamu, apa dan siapa pilihanmu? Maukah memperjuangkannya?

HujanDiSenja
Perempuan Abu-Abu